32 Pengprov Tetap Usung Mualem

Muzakir-Manaf---acehimage

Atjehcyber.com – Sebanyak 32 Pengurus Provinsi (Pengprov) dan 9 KONI kabupaten/kota tetap bersikukuh mengusung Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, H Muzakir Manaf dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI pada 24-25 November di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

“Kami sudah bekerja selama dua bulan untuk memuluskan ketua umum. Karenanya, kami tetap komit mengusung Muzakir Manaf (Mualem) selaku calon ketua. Apalagi, ini merupakan permintaan Pengprov dan KONI kabupaten/kota,” tegas Ketua Harian Perbakin Aceh, Syafriel Antoni didampingi M Nasir (Sekum IKASI), plus Musa Bintang (Ketua Umum Wushu) kepada Serambi, Sabtu petang kemarin. Penegasan tersebut disampaikan menanggapi berkembangnya pro kontra terkait pencalonan jabatan wagub sebagai Ketua KONI.

Ke-32 Pengprov dan 9 KONI kabupaten/kota, ungkap ketiganya, memberikan dukungan secara tertulis. Pun begitu, masih ada Pengprov atau KONI daerah yang sudah menyatakan dukungan. Namun, mereka belum sempat menyerahkan surat dukungan. Tapi, pada prinsipnya mereka secara lisan telah menyatakan sepakat mencalonkan Mualem sebagai ketua umum.

Menurut Syafriel, keputusan pihaknya mendukung Mualem karena ada sejumlah alasan. Misalnya, olahraga di Aceh ke depan membutuhkan orang dalam (pemerintah) yang bisa memfasilitasi anggaran. Sebab, selama ini KONI Aceh tak memiliki dana maksimal sehingga terkendala dalam pembinaan.

“Saat ini, kita memiliki waktu tersisa dua tahun lagi menjelang pelaksanaan PON 2016 di Jawa Barat. Kita yakin, dengan dukungan dana memadai, Aceh pasti bisa masuk rangking 15 besar nasional. Guna mewujudkan cita-cita ini, kami rasa figur Mualem yang paling tepat,” katanya.

Kecuali itu, Syafriel menyebutkan, kalau sosok figur Ketua Umum KONI ke depan haruslah orang muda, enerjik, serta juga memiliki kekuasaan. Ternyata, dari kriteria yang disampaikan itu, semua Pengprov, KONI daerah, dan insan olahraga di Aceh sepakat kalau figur itu hanya ada pada Mualem.

Sementara Sekum IKASI Aceh, M Nasir mengungkapkan, alasan mereka mendukung Mualem sebagai ketua umum KONI empat tahun ke depan, karena selama ini sosok tersebut peduli dengan olahraga di Aceh. “Coba sama-sama kita lihat, di mana sejumlah even ada berlabel Muzakir Manaf Cup atau Piala Wagub. Ini membuktikan kalau figur ini tak salah kami pilih,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, lanjut Nasir, keputusan untuk mendukung karena didasari kepada personal Muzakir Manaf. Artinya, pihaknya tidak meminta Wagub sebagai Ketua Umum KONI. Sehingga dengan demikian sama sekali tak melanggar aturan yang berlaku. “Perlu diketahui semua orang, kami mendukung Muzakir Manaf selaku personal serta bukan posisi sebagai wagub,” sebutnya.

Alasan terakhir tetap mengusung Mualem, kata Nasir, karena Aceh merupakan daerah otonomi khusus. Tentu saja dengan UUPA memberi peluang kepada Pengprov dan insan olahraga mengikuti kekhususan tersebut. Ambil contoh seperti KONI Papua juga dipimpin Gubernur. Sehingga ini membuktikan kalau Papua saja bisa, mengapa Aceh tak bisa.

Ketika ditanya mengenai adanya sejumlah aturan yang menganjal pejabat publik mengurus olahraga, baik Syafriel, Nasir, dan Musa Bintang secara terbuka menegaskan, kalau untuk persoalan itu akan diserahkan kepada peserta Musprov. Keputusan terpilihnya Mualem nantinya lebih pada kebersamaan dalam memajukan olahraga di Aceh.

Seperti diberitakan, mencuatnya nama Muzakir Manaf di bursa calon Ketua Umum Aceh memunculkan pro kontra. Di satu sisi diakui ada masyarakat dan pengurus olahraga yang sangat berharap Muzakir bisa menduduki jabatan tersebut namun di sisi lain ada aturan yang melarang karena yang bersangkutan berjabatan sebagai Wagub Aceh.

Larangan bagi pejabat untuk mengurus olahraga ditegaskan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 800/148/sj 2012,

Peraturan Pemerintah (PP) Republik Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaran Keolahragaan dalam Pasal 56, dan Surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No B-903 01-15/04/2011 tertanggal 4 April 2011.

  • Sumber: Serambi Indonesia

You May Also Like

About the Author: KajiRo