Abu Minimi Urusan Polri/TNI

Perdamaian di Aceh, lanjut Gubernur Zaini harus tetap berlanjut dan dipelihara.

Abu Minimi cs  (doc) Facebook KissFM Aceh
Abu Minimi cs (doc) Facebook KissFM Aceh

Atjehcyber.com – Munculnya sekelompok orang bersenjata di bawah pimpinan Nurdin bin Ismail Amat Alias Din Minimi di Aceh Timur yang mengaku sebagai mantan kombatan GAM dan menyatakan siap melawan pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir), ditanggapi Gubernur Zaini Abdullah dengan mengatakan urusan itu diserahkan kepada Polri dan TNI.

Menjawab Serambi di sela-sela pertemuan dengan tokoh masyarakat, muspida, dan pemuka agama di Pendopo Bupati Agara, Senin (13/10), Gubernur Zaini mengatakan, perdamaian yang telah terwujud di Aceh harus tetap berlanjut tanpa ada yang menodai.

Ditanyakan tentang munculnya kelompok bersenjata di Aceh Timur di bawah pimpinan Din Minimi yang mengaku kecewa dengan pemerintahan saat ini (Zikir) dan siap melakukan perlawanan, Zaini berujar singkat akan menyerahkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum karena persoalan itu sudah masuk ranah penegak hukum. “Kita ada Polda Aceh dan Kodam IM. Jadi, kalau ada yang mengganggu perdamaian di Aceh itu tugas polisi dan TNI. Kita serahkan saja persoalan itu kepada aparat penegak hukum,” ujar Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Menanggapi pertanyaan apakah akan melakukan rekonsiliasi antar-sesama eks kombatan GAM di Aceh agar konflik internal GAM dan kelompok anti-perdamaian tidak ada lagi, Zaini Abdullah mengatakan, tidak perlu. “Saya rasa tidak perlu, kita menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada penegak hukum karena ini ranah hukum dan kita memiliki polisi dan TNI,” tandasnya. Perdamaian di Aceh, lanjut Gubernur Zaini harus tetap berlanjut dan dipelihara.

Rombongan Gubernur Aceh didampingi Bupati Agara Hasanuddin B, Wabup Ali Basrah, Anggota DPRA dari Partai Aceh Muhammad Amru dan pengusaha Lukman CM dihadang warga dan kelompok tarian Saman di Desa Leuser, Kecamatan Ketambe. Mereka juga meminta Gubernur Aceh untuk turun dari mobil dan foto bersama sambil dipakaikan topi adat. Selanjutnya Gubernur dan rombongan meninjau pembangunan Masjid Raya At-Taqwa Kutacane. Masjid yang mampu menampung 4.000 jamaah itu akan menghabiskan anggaran Rp 65 miliar.

Bupati Agara melaporkan, tahun 2015 masjid tersebut diharapkan sudah bisa difungsikan untuk kegiatan ibadah. Bupati berharap Gubernur Aceh bisa mengalokasikan dana Rp 5 miliar untuk pembangunannya.

Mendengar permintaan itu, Gubernur Zaini sambil tersenyum memukul pundak Bupati Agara dan berjanji akan mengalokasikan dana Rp 5 miliar dari APBA.

Setelah makan siang bersama, Gubernur Aceh dan rombongan direncanakan kembali ke Banda Aceh dengan pesawat Susi Air pada pukul 14.00 WIB. Namun, penerbangan gagal akibat kabut asap hingga akhirnya gubernur menempuh jalan darat ke Medan.(as)

Editor: bakri/kajiro

You May Also Like

About the Author: KajiRo

Comments are closed.