Buku Pemurtadan Beredar di Aceh Jaya

Ketua MPU, Aceh Jaya Tgk Faisal Abdullah memperlihatkan buku-buku pendangkalan aqidah di Pesantren Nuha, Kecamatan Jaya (Lamno), Senin (1/12). (c) Serambi
Ketua MPU, Aceh Jaya Tgk Faisal Abdullah memperlihatkan buku-buku pendangkalan aqidah di Pesantren Nuha, Kecamatan Jaya (Lamno), Senin (1/12). (c) Serambi

Atjehcybe.com – Paket buku beserta selebaran berisi ajaran agama tertentu kembali ditemukan warga di lintas barat Aceh, tepatnya di Gampong Nipah, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Penemuan paket buku beserta sekeping compact disc (CD) itu sebelumnya juga pernah terjadi dan dikirimkan kepada seorang warga di kawasan tersebut.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Jaya, Tgk Faisal Abdullah kepada Serambi, Senin (1/12) mengatakan, buku tersebut sengaja disebarkan seseorang sebagai upaya pemurtadan umat Islam di kawasan itu. Sebelumnya, kata Tgk Faisal Abdullah, MPU Aceh Jaya pernah menemukan pengiriman paket buku dan CD yang berisi ajaran agama tertentu yang ditujukan kepada seseorang di kasawasam Lamno. Ia mengatakan, model penyebaran buku pendangkalan aqidah ini merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh pihak tertentu dengan target masyarakat awam.

MPU Aceh Jaya berharap kepada semua pihak kususnya umat Islam, jika menemukan buku-buku tersebut supaya diserahkan kepada MPU Aceh Jaya, Dinas Syariat Islam atau ormas Islam lainnya, agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, di Pidie Jaya, paket buku yang sama juga ditemukan warga, Senin (1/12) di Gampong Dayah Kruet-Kuta Baroh, Kecamatan Meurahdua. Buku-buku tersebut, saat ini berada di tangan Tgk H Marzuki HM Ali, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Tgk Marzuki HM Ali berharap,  Pemkab Pidie Jaya melalui dinas dan lembaga terkait segera menghambat kemungkinan meluasnya peredaran buku yang dinilai merusak akidah umat Islam.

Tgk Rusdi Muhammad, warga Dayah Kruet yang juga pimpinan sebuah dayah di Kemukiman Kuta Baroh Meurahdua kepada Serambi, Selasa (2/12) mengatakan, buku plus sekeping CD yang dikemas dalam sebuah amplot plastik itu ditemukan oleh seorang warga pada Senin (1/12) pagi pukul 07.30 WIB. “Curiga dengan isi buku, si penemu mengantarkannya ke dayah. Setelah dipelajari, disimpulkan bahwa isi dari lima buku itu dapat merusak aqidah umat Islam,” ujarnya seraya menambahkan bahwa isi dari ke lima buku itu dinilai sangat berbahaya, terutama bagi generasi muda yang pengetahuannya masih dangkal.

You May Also Like

About the Author: KajiRo