Diskusi PRB, Tembok Unsyiah Digugat Peserta

unsyiah
Atjehcyber.comDiskusi Publik Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (Hibeuna) Program Pascasarjana Unsyiah di Aula TDRMC Gampong Pie, Ulee Lheue diwarnai berbagai masukan, saran, bahkan kritikan menyangkut sistem penanggulangan bencana di Aceh pada khususnya. Seorang peserta malah menganggap Unsyiah tidak care terhadap bencana.
Seorang peserta, Aswadi dari Darussalam dalam diskusi tersebut mengkritisi kurangnya kepedulian pemerintah untuk kegiatan-kegiatan diskusi dan penyuluhan bencana. Aswadi mencontohkan kegiatan yang dilaksanakan Hibeuna, minim sekali pejabat terkait yang hadir.
Aswadi juga mengkritisi bangunan di Banda Aceh pada khususnya belum mencerminkan sebagai kawasan yang rawan bencana. Dia menunjuk contoh pembangunan tembok pagar kampus Unsyiah yang begitu kokoh dan tinggi sehingga menghambat evakuasi masyarakat saat terjadi bencana, malah menghambat aliran air ketika terjadi bencana banjir.
Terhadap kritikan itu, narasumber diskusi, Yarmen Dinamika berharap semua pihak selalu peduli termasuk dalam berpikir dan berbuat dengan konsep pendekatan bencana.
“Khusus untuk tembok pagar Unsyiah, saya pikir kritikan yang disampaikan itu ada benarnya. Tembok pagar itu sebagai bentuk keangkuhan dan kita akan melihat apakah TDRMC sebagai lembaga riset mampu memberikan solusi dan meruntuhkan keangkuhan itu,” tandas Yarmen selaku pemateri dari unsur Pers.
  • Editor : KajiRo
  • Sumber: Serambi Indonesia

You May Also Like

About the Author: KajiRo