Aceh Online Magazine

Aceh Online Magazine

Kisah Bocah Tsunami Bernomor Punggung 10 Kisah Bocah Tsunami Bernomor Punggung 10
Atjehcyber.com – Bocah yang tinggal di pesisir pantai Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh ini tak pernah bermimpi akan bertemu... Kisah Bocah Tsunami Bernomor Punggung 10
Martunis (c) Liputan6

Martunis (c) Liputan6

Atjehcyber.com – Bocah yang tinggal di pesisir pantai Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh ini tak pernah bermimpi akan bertemu dengan bintang sepak bola dunia, meski dirinya hobi mengolah si kulit bundar. Nomor punggung 10 merupakan nomor punggung favoritnya.

Pada 26 Desember 10 tahun silam, kostum timnas Portugal bernomor punggung 10 yang tercantum nama bintang sepak bola dunia Rui Costa, melekat di tubuhnya, baju itu khusus dibelikan sang ayah karena dia tidak mau nomor punggung lainya. Minggu pagi itu dia sedang bermain sepak bola di lapangan belakang rumahnya. Martunis namanya yang dikenal sebagai bocah ajaib.

Gempa berkekuatan 9,1 skala Richter menghentikan dia dan temannya yang sedang bermain sepak bola, ia pun berlari mencari Ayahnya Sarbini yang bekerja di sebuah tambak yang tak jauh dari rumahnya. Setelah bertemu, ayahnya meminta ia untuk pulang ke rumah lebih dahulu.

Sesampai di rumah, Martunis bersama ibunya, Salwa kakaknya, adiknya Nurul A’la dan adik bungsunya, Annisa, berupaya menyelamatkan diri. Mereka menumpang mobil pikap tetangganya.

Tak seberapa lama kemudian mobil yang ditumpanginya dihantam gelombang raksasa hingga ia terpisah dengan ibu dan 3 saudaranya. Setelah timbul tenggelam dalam pekat gelombang, Martunis kemudian meraih sebuah kasur dan naik ke atasnya. Namun tidak bertahan lama, kasur pun tenggelam, Ia terus berusaha bertahan hingga bergelantungan pada batang pohon yang hanyut.

Martunis (c) Liputan6

Martunis (c) Liputan6

Tersangkut Bakau

Arus pun membawa Martunis berputar-putar hingga dirinya pingsan. Begitu tersadar, ia telah tersangkut di atas pohon bakau di kawasan Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala. “Semuanya rata, saya tak tahu di mana letak kampung saya, yang tampak hanya mayat-mayat,” kenang Martunis.

Martunis bertahan selama 21 hari di atas pepohonan dengan ngelimpangan mayat di sana-sini. Untuk bertahan hidup ia memungut makanan dan air mineral yang terseret gelombang. Matanya berkaca-kaca saat mengisahkan dirinya bertahan dari hempasan gelombang raksasa yang mewewaskan puluhan ribu jiwa itu.

Pada hari ke-21, 2 pria yang sedang mencari keluarganya di kawasan tersebut menemukan Martunis. Lantas, Martunis diserahkan kepada wartawan Sky News yang saat itu meliput bencana tsunami di kawasan Deah Raya.

Pemberitaan penemuan Martunis yang menggunakan kostum Portugal menghebohkan dunia dan mengundang simpati. Hingga Cristiano Ronaldo pemain sepak bola timnas Portugal ini juga turut memberikan perhatiannya pada sang bocah.

Martunis bersama Cristiano Ronaldo (c) Liputan6

Martunis bersama Cristiano Ronaldo (c) Liputan6

Diajak Ronaldo ke Portugal

Setelah mendapatkan perawatan dan kembali bertemu dengan ayahnya, beberapa bulan kemudian, Martunis diundang khusus ke Portugal bersama ayahandanya, dengan sambutan hangat oleh segelintir bintang sepak bola timnas Portugal.

“Di Portugal saya diajak jalan-jalan dan bermain bola,” tutur Martunis.

FIFA

KajiRo