Pasien RSUD Sigli Tidur di Lorong

Pasien rawat inap di ruang penyakit dalam pria Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli tidur di lorong karena jumlah pasien membludak melebihi kapasitas, Senin (1/12). Daya tampung tersedia 239 tempat tidur namun jumlah pasien mencapai 270 orang lebih. (c) Serambi
Pasien rawat inap di ruang penyakit dalam pria Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli tidur di lorong karena jumlah pasien membludak melebihi kapasitas, Senin (1/12). Daya tampung tersedia 239 tempat tidur namun jumlah pasien mencapai 270 orang lebih. (c) Serambi

Atjehcyber.com – Sejak sebulan terakhir pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, membludak. Dari 239 tempat tidur yang tersedia, jumlah pasien rawat inap mencapai 270 orang. Akibatnya, ada pasien yang harus dirawat di lorong dampak dari minimnya ruang rawat dan tempat tidur di rumah sakit tersebut. Jumlah pasien itu belum termasuk pasien yang ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang jumlahnya mencapai 35 orang.

Pantauan Serambi di ruang Rawat Penyakit Dalam Pria (RPDP)RSUD Tgk Chik Di Tiro, sekira pukul 10.00 WIB, Senin (1/12) ada tujuh pasien dirawat di lorong. Jejeran ranjang orang sakit tidur di ranjang berbaris memanjang di lorong ruang itu.

Pada saat itu, terlihat para pasien di lorong ada yang terbaring, ada yang duduk bersandar dengan tangan terpasang infus. Sesekali keluarga mendampingi mengipas si pasien karena kepanasan. “Kami sudah dua malam tidur di lorong ini karena tidak ada kamar. Kami menunggu kalau ada pasien di dalam kamar pulang baru pindah ke dalam,” ujar seorang perempuan di RPDP.

Demikian juga dengan pasien di ruang saraf dan ruang anak, juga beberapa pasen terpaksa dirawat di lorong. Ironisnya, di dalam kamar rawat inap saat ini juga sudah dipenuhi pasien, bahkan telah melebihi kapasitas. Untuk ruangan yang biasanya ditempati tiga pasien, kini terpaksa ditempatkan lima pasien.

Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 pada 12 November 2014 lalu, RSUD Tgk Chik Sigli meraih juara terbaik kedua seluruh Aceh sebagai Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB). Anugerah penghargaan diterima oleh Kabid Pelayanan dan MedisRSUD Tgk Chik Di Tiro, dr Cut Rahimah MM.

Dalam hal ini, pelayanan terbaik kedua ini dalam segi ruangan kebidanan dan anak termasuk pemberian layanan kesehatannya khusus di ruangan ini.

Dikatakan dr Cut Rahimah MM didampingi dr Arika Husnayanti Aboebakar SpOG, kriteria dinilai tim provinsi antara lain adalah pertama

Sarana Pelayanan Kesehatan mempunyai kebijakan Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Cut Rahimah MM ditemui Serambi di kantornya, Senin kemarin mengaku jumlah pasien di rumah sakit tipe B ini meningkat.

Disebutkan kapasitas rumah sakit itu tersedia 239 tempat tidur, sedangkan jumlah pasien sampai sekarang mencapai 270 orang. Pasien paling banyak demam, tipus dan gangguan lambung. “Kami tidak boleh menolak, tetap menerima pasien walaupun rumah sakit sudah penuh,” ujar dr Cut Rahimah.

Selain itu jumlah pasien di IGD juga mencapai 35 orang. “Tapi bagaimana lagi ruangan semua penuh, pasien juga ada yang tidur di lorong,” terangnya. Ditanya upaya pihak rumah sakit mengatasi lonjakan pasien, Kabid Pelayanan dan Medis mengaku, sudah mensiasati dengan menambah tempat tidur dalam satu kamar. “Jika ada kamar yang biasa lima dipadatkan jadi tujuh pasien sesuai jenis penyakitnya,” katanya.

You May Also Like

About the Author: KajiRo