UUPA Belum Tuntas, Gubernur Aceh Temui Jokowi

Terkait penguatan perdamaian, termasuk beberapa aturan turunan UUPA

GUBERNUR Aceh dr H Zaini Abdullah menemui Presiden RI terpilih Joko Widodo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/10).
GUBERNUR Aceh dr H Zaini Abdullah menemui Presiden RI terpilih Joko Widodo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/10).

Atjehcyber.com – Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menemui  Presiden RI terpilih Joko Widodo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/10). Pertemuan empat mata yang  berlangsung sekira  50 menit itu membahas berbagai hal, termasuk upaya-upaya penguatan perdamaian di Aceh.

“Beliau punya perhatian khusus untuk Aceh dan berkeinginan datang ke Aceh setelah pelantikan nanti,” kata Gubernur Zaini Abdullah kepada wartawan seusai pertemuan. Menurut Zaini, untuk kebaikan bangsa ini, Jokowi sepakat untuk melanjutkan berbagai program yang sudah terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Dalam pembicaraan empat mata di ruang kerja Jokowi itu, Gubernur Zaini juga menyampaikan beberapa hal terkait penguatan perdamaian, termasuk beberapa aturan turunan UUPA yang sampai saat ini belum tuntas.

Dokter alumnus Fakultas Kedokteran USU itu berharap Pemerintah baru nantinya memberi perhatian khusus ke Aceh. Dikatakan Zaini, kelanggengan perdamaian adalah hal utama karena perdamaian memberi dampak positif bagi Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Jokowi mengatakan, bersama Wapres Jusuf Kalla dia berkomitmen untuk menjaga semua potensi bangsa, termasuk perdamaian Aceh. “Jokowi sangat respek dengan Aceh. Kita akan mengundang beliau ke Aceh bila ada kesempatan, barangkali pada saat puncak 10 tahun tsunami Aceh,” kata Gubernur.

Zaini Abdullah yang juga sebagai Ketua Timses Pasangan Jokowi JK di Aceh menginginkan agar apa pun perkembangan politik di Jakarta tidak sampai merusak tatanan kehidupan berbangsa. “Kami membicarakan banyak hak terkait perkembangan bangsa ke depan, termasuk perkembangan politik terbaru,” kata dia. “Kami sepaham bahwa semua pihak harus mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan golongan atau kelompok. Gonjang ganjing politik yang merusak stabilitas akan mengganggu ekonomi, karena pelaku ekonomi akan takut menjalankan usaha dan menanam modal di Indonesia,” timpalnya kembali.

Gubernur Zaini Abdullah  juga yakin  bahwa pemerintahan baru Jokowi-JK  akan menuntaskan ‘PR’ yang ditinggalkan oleh pemerintahan pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, berupa sejumlah turunan UUPAyang tak diselesaikan. Selain respek pada sejumlah kekhususan Aceh, kata Zaini, Jokowi juga  punya hubungan emosional dengan Aceh.

“Ada orangtua angkatnya di Bener Meriah. Selain itu,  beliau juga sempat ikut  membangun sebuah masjid saat  bekerja di PT KKA. Jadi,  memang punya hubungan emosional yang  kuat,” kata Zaini Abdullah per telepon, Rabu malam.  Kecuali itu, hubungan Gubernur  Zaini dengan  Cawapres Jusuf Kalla,  juga sudah lama terjalin dengan baik.(rel/sak/Serambi Indonesia)

You May Also Like

About the Author: KajiRo