Aceh Online Magazine

Aceh Online Magazine

5 Aksi Novela yang bikin segar sidang MK 5 Aksi Novela yang bikin segar sidang MK
Atjehcyber.com | Bisa jadi sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin, Selasa (12/8), berbeda dari tiga sidang sebelumnya. Suasana... 5 Aksi Novela yang bikin segar sidang MK
Novela Nawifa. ©2014 Merdeka.com

Novela Nawifa. ©2014 Merdeka.com

Atjehcyber.com | Bisa jadi sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin, Selasa (12/8), berbeda dari tiga sidang sebelumnya. Suasana sidang MKyang selalu terkesan formal dan tegang, berubah jadi cair dan banyak terdengar gelak tawa hadirin.

Adalah Novela Nawifa, saksi asal Papua untuk pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto – Hatta Rajasa yang membuat suasana MK berubah.

Dengan gaya menjawab yang khas, Novela berusaha mempertahankan argumennya ketika ditanya hakim MK, terkait dugaan permasalahan di TPS tempat tinggalnya.

Setiap jawaban yang dilontarkan Novela, justru membuat suasana sidang MK menjadi ‘segar’. Lantas, apa saja aksi Novela di sidang PHPU? Berikut jawabannya.

1. Jarak TPS 300 KM?
[quote font=”0″ bgcolor=”#ffffff”]Aksi pertama Novela terkait jarak salah satu TPS yang bermasalah di Papua. Secara bergantian hakim konstitusi Patrialis Akbar dan Arief Hidayat bertanya kepada Novela.

Ketika sedang menjelaskan panjang lebar, saksi menyebut jika jarak lokasi TPS di sejumlah distrik dari tempatnya tinggal jauh.

“Jaraknya sekitar 300 kilometer,” kata Novela dalam sidang MK , Jakarta,
Selasa (12/8).

“300 kilometer? jauh benar?” tanya hakim memastikan jawaban saksi.

“Iya, jauh,” jawab Novela lagi.

Seperti merasa ada yang salah, saksi kemudian merevisi omongannya. “Eh, 300 meter,” ujarnya disambut tawa hadirin.[/quote]
2. Hakim MK kacau
[quote font=”0″ bgcolor=”#ffffff”]Tak sampai di situ, perdebatan kedua pihak kembali terjadi ketika MK bertanya terkait dugaan kecurangan di distrik lain. Namun pertanyaan MK tak ditanggapi oleh saksi. Dia mengaku hanya akan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan distriknya.

“Saya tidak mau bicara itu, saya hanya bicara di kampung saya,” ujar Novela.

Mendapat jawaban yang tidak memuaskan, Patrialis berujar “Kacau ini.”

“Bapak kacau, saya lebih kacau,” ujar
pemohon disambut riuh sidang.[/quote]
3. Bentak Ketua MK Hamdan Zoelva
[quote font=”0″ bgcolor=”#ffffff”]Novela Nawifa kembali adu argumen dengan Ketua MK Hamdan Zoelva. Awalnya Hamdan Zoelva bertanya kepada Novela terkait legalitas pungutan suara di salah satu TPS di Papua. Novela pun menjawab pertanyaan secara lugas.

Pertanyaan Hamdan berlanjut pada petugas penyelenggara yang berada TPS yang diduga bermasalah tersebut. Ketika bertanya terkait identitas petugas tersebut, Novela terlihat
mulai gerah.

Dengan nada tinggi dan lantang, Novela membentak Hamdan Zoelva.

“Ah bapak jangan tanya macam-macam!” kata Novela disambut gelak tawa peserta sidang.[/quote]
4. Giliran kubu KPU disembur
[quote font=”0″ bgcolor=”#ffffff”]













logo-detail-www

KajiRo