MUI: Umat Muslim Haram Menghadiri Natal

malaysia-dikhawatirkan-larang-perayaan-natal

Atjehcyber.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menegaskan Fatwa MUI terkait haram umat muslim mengikuti perayaan natal. Din menjelaskan fatwa itu dikeluarkan saat MUI dipimpin Hamka dan berlaku hingga kini. “Perayaan natal bersama maka lebih difokuskan pada hukum menghadiri natal itu,” kata Din di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Natal, kata Din, dalam keyakinan kristiani adalah even yang berdimensi keibadatan dan kebaktian karena berkaitan dengan Yesus Kristus atau Isa Al Masih maka kelahiran diperingati yang sakral maka diyakinkan dimensi keyakinan dan ibadah.

Imam Al-Baihaqi dengan Sanad yang sahih meriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab RA, ia berkata: “Jangan kalian masuki gereja-gereja pada hari raya orang musyrik, karena kemurkaan Allah sedang turun kepada mereka”. Umar berkata, “Jauhilah musuh-musuh Allah pada hari-hari raya mereka.” (Sunan Al-Baihaqi, atsar no.19333 da 19334).

Kaedah fiqhiyah mengatakan: Ridha terhadap ‘sesuatu’ itu hukumnya ridha dengan segala hal yang berkaitan dengan ‘sesuatu’ itu. Ridha terhadap kemaksiatan hukumnya maksiat dan ridha terhadap kekafiran hukumnya kufur.

“Pada tahun 70-80an ada wacana perayaan natal kristiani ikut dihadiri karena diundang jadi panitia. Suasana seperti ini yang mendorong MUI, keluarkan fatwa maka menghadiri natal hukumnya haram karena dalam pandangan agama ibadat tidak boleh dicampurkan,” katanya.

You May Also Like

About the Author: KajiRo

Comments are closed.