Aceh Online Magazine

Aceh Online Magazine

Fakta, 30 Juta Pengguna Facebook Sudah Meninggal Dunia Fakta, 30 Juta Pengguna Facebook Sudah Meninggal Dunia
Atjehcyber.com – Di saat hampir kebanyakan penduduk bumi memiliki setidaknya satu akun di jejaring sosial internet, pertanyaannya adalah bagaimana jika mereka meninggal dunia? Apakah... Fakta, 30 Juta Pengguna Facebook Sudah Meninggal Dunia

Facebook-teen-usage

Atjehcyber.com – Di saat hampir kebanyakan penduduk bumi memiliki setidaknya satu akun di jejaring sosial internet, pertanyaannya adalah bagaimana jika mereka meninggal dunia? Apakah dunia digital mempersiapkannya?

Apakah Anda memiliki teman, kerabat, atau saudara yang sudah meninggal dunia tapi masih menjadi teman Anda di Facebook?

Tercatat sekitar 8 ribu pengguna Facebook meninggal dunia setiap harinya, artinya hingga saat ini ada 30 juta profil di Facebook yang pemiliknya sudah tak hidup lagi.

Para peneliti jejaring sosial dan digital mengatakan profil-profil dari mereka yang sudah meninggal menjadi semacam tempat bagi kita untuk mengenang mereka.

Inilah yang disebut oleh para peneliti sebagai “post-mortem social networking”, atau “Jejaring sosial paska kematian”.

Jed Brubaker, salah satu pakar identitas digital di Australia mengatakan fenomena ini sebenarnya menjadi masalah besar bagi Facebook.

Menurutnya Facebook masih berusia sekitar satu dekade, tetapi harus berurusan dengan batas usia para penggunanya.

“Facebook beresiko untuk menjadi kuburan moderan. Kuburan 2.0,” ujar Brubaker.

Sebenarnya apa yang diinginkan oleh para pengguna jejaring sosial kepada akunnya selepas mereka meninggal?

Apakah ingin tetap eksis secara digital?

Marius Ursache adalah salah satu pendiri situs is the Eterni.Me, yang mengaku bisa membantu Anda tetap eksis di dunia maya, meski telah meninggal dunia.

“Idenya adalah orang yang meninggal tetap berinteraksi dengan teman-teman, sanak saudara, lewat avatar, menggunakan video chat atau kirim pesan,” kata Ursache.

Eterni.Me hampir mirip dengan“chatting dengan skype chat tetapi dari masa lalu”.

Caranya? Lewat program khusus yang akan 

ABC Radio Australia

KajiRo