by

Inovasi Baru Ini Bakal Menjauhkan Anda dari Jarum Suntik

-Health-48 views

Dengan sistem pengiriman itu, senyawa obat dimasukkan dalam jarum yang sangat kecil.

suntik-injeksi

Atjehcyber.com – Untuk mengatasi pengurangan efektivitas obat akibat konsumsi oral atau sulitnya suatu senyawa obat diserap tubuh, ilmuwan dahulu menciptakan sebuah metode pengiriman senyawa ke organ target yang dikenal dengan injeksi atau suntik.

Bagi sebagian orang, suntik obat itu biasa. Namun, bagi sejumlah orang lainnya, disuntik adalah pengalaman yang sangat tidak nyaman, bahkan menakutkan. Belum lagi, risiko apabila jarum tak steril.

Berupaya mengatasi masalah suntik, Giovani Traverso dan Carl Schoellhammer dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan metode pengiriman obat baru, yaitu dengan kapsul dan jarum mini.

“Ini bisa menjadi cara bagi pasien yang membutuhkan infus atau pengiriman obat dengan injeksi sub-kutaneus,” kata Traverso seperti dikutip oleh situs IFLScience pada Rabu (1/10/2014).

Dengan sistem pengiriman itu, senyawa obat dimasukkan dalam jarum yang sangat kecil. Kemudian, jarum dibungkus dengan kapsul sepanjang 2 cm dan lebar 1 cm. Kapsul itu lalu bisa dikonsumsi secara oral.

Sistem pengiriman obat ini telah diujikan pada babi. Senyawa obat yang dikirim adalah insulin. Dari hasil pengujian, diketahui bahwa sistem pengiriman baru ini bahkan lebih efektif dari suntik.

Kapsul pembungkus jarum kecil didesain dengan bahan tertentu sehingga hanya terurai atau bereaksi dengan senyawa yang ada di usus. Ini mencegah jarum kecil keluar dari kapsul dan mengakibatkan luka dalam.

Ketika kapsul terurai di usus, jarum kecil akan keluar. Selanjutnya, jarum akan menusuk dinding usus. Apakah akan sakit? Tidak. Sebabnya, usus manusia tidak memiliki sensor rasa sakit. Begitu jarum menusuk, senyawa obat pun ditransfer ke pembuluh darah.

Mungkin ada satu kekhawatiran, yaitu potensi jarum kecil mengakibatkan luka di usus. Untuk ini, ilmuwan tengah mengembangkan jarum lagi sehingga bisa lebih mudah terurai selesai menusuk dinding usus.

Menurut Traverso, keefektivan metode ini bisa dilihat dari kadar glukosa babi yang diuji. Kadar glukosa relatif terkendali. Ilmuwan mengatakan, metode baru efektif untuk mengirim senyawa obat yang sulit diserap.(Kompas.com)

News Feed