by

Jet Tempur Tornado Inggris Ikut Serang Militan ISIS

Fallon menegaskan, keputusan untuk melakukan langkah strategis tidak akan terpengaruh atas ancaman ISIS.
Jet tornado Inggris, siap lepas landas di pangkalan militer di Siprus (27/09/2014)
Jet tornado Inggris, siap lepas landas di pangkalan militer di Siprus (27/09/2014)
Atjehcyber.com – Dua pesawat jet tempur dari Angkatan Udara Inggris (RAF) ikut diterbangkan ke Irak untuk menuntaskan misi melawan kelompok Islamic State of Iraq and Al-Sham (ISIS). Jet tempur jenis tornado itu lepas landas dari markas yang berada di Akrotiri, Siprus pada Sabtu pagi kemarin.
BBC edisi Sabtu, 27 September 2014 melansir pengiriman jet tempur itu dilakukan usai Parlemen Inggris setuju untuk ikut serta dalam perang melawan ISIS. Dalam proses voting yang berlangsung Jumat kemarin, sebanyak 524 anggota parlemen setuju Inggris ikut serta melakukan serangan udara ke markas dan fasilitas ISIS di Irak. Namun, mereka tidak menyetujui serangan udara ke Suriah.
Sumber militer yang dikutip harian Telegraph menyebut, jet tempur Inggris sepertinya akan menyerang kendaraan dan konvoi ISIS di bagian utara Irak.
Menurut laporan BBC, jet tempur Inggris sebenarnya telah melakukan misi penerbangan di Irak sejak enam pekan lalu. Namun, kali ini terasa berbeda, karena jet tempur dari Skuadron II itu diizinkan terbang dan melakukan serangan udara jika diperlukan.
Bahkan, jet tempur RAF turut dipersenjatai bom dan rudal yang dipandu menggunakan radar. Namun, Kementerian Pertahanan Inggris (MOD) enggan mengungkap apa yang telah dilakukan jet tempur itu selama tujuh jam mengudara di wilayah Irak.
MOD hanya mengatakan jet tersebut bisa saja digunakan untuk menyerang ISIS. Menurut koresponden BBC, Jonathan Beale yang menyaksikan jet tempur itu berangkat dari Siprus, melaporkan bisa saja pesawat kembali tanpa menggunakan senjata mereka. Namun, konfirmasi mengenai hal tersebut, kata Beale, baru disampaikan nanti.
Kini, pesawat jet tempur itu, telah kembali ke markas di Akrotiri.
“Kami bisa konfirmasi menyusul persetujuan yang disampaikan oleh parlemen kemarin, jet tempur AU tornado terus terbang di udara Irak dan kini siap berpartisipasi untuk menyerang dan hal itu baru bisa dilakukan jika target yang sesuai telah diidentifikasi,” kata MOD.
Mereka menambahkan, untuk alasan keamanan operasi, maka mereka tidak akan memberikan komentar atau informasi mengenai pergerakan jet tempur itu.
“Kami akan memberikan perkembangan terbaru mengenai aktivitas mereka ketika hal itu sesuai untuk dilakukan,” imbuh MOD.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan jet tempur negaranya memainkan peranan penting dalam koalisi internasional melawan ISIS. Ditemui saat melakukan kunjungan ke Didcot, Oxfordshire, Sabtu kemarin, Cameron menyebut, Inggris merupakan bagian dari sebuah koalisi internasional yang besar.
“Namun, bagian penting dari hal ini yaitu koalisi tersebut dipimpin oleh Pemerintah Irak yang sah. Militer Irak turut mendukung koalisi tersebut,” ungkap Cameron.
Menhan Michael Fallon, ketika diwawancarai BBC untuk program Newsnight mengatakan tujuan dari pengiriman jet tempur ke Irak yakni untuk mendorong kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu, keluar dari Irak dan meningkatkan keamanan dengan wilayah perbatasan yang ada.
“Anda tidak perlu berharap akan ada kemajuan yang signifikan seperti misalnya pergerakan para pejuang yang eksodus atau pengeboman terjadi,” papar Fallon.
Dengan ikut bergabungnya Inggris, maka kian banyak negara yang turut berpartisipasi melakukan serangan udara terhadap ISIS. Diinisiasi oleh Amerika Serikat, beberapa negara seperti Prancis, Belgia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga memastikan untuk ikut bergabung.
Kendati begitu, Inggris seharusnya turut mempertimbangkan nasib dua warga mereka yang kini masih disekap ISIS. Setidaknya dalam video yang diungkap ISIS, nasib Alan Henning dan John Cantlie kini bergantung dari sikap tanggap Inggris untuk menyelamatkan mereka.
Fallon menegaskan, keputusan untuk melakukan langkah strategis tidak akan terpengaruh atas ancaman ISIS.
“Kami memahami kedua nyawa mereka kini dalam bahaya,” kata Fallon.
Sebelumnya, ISIS telah mengeksekusi David Haines, karena Inggris memutuskan untuk mendukung koalisi yang digalang oleh Negeri Paman Sam. Aksi kejam itu direkam dalam sebuah video dan diunggah ke publik pada pertengahan September lalu.
ISIS kemudian mengancam akan mengeksekusi Henning, jika Inggris tetap ikut ambil bagian dalam koalisi memberantas kelompok militan itu bersama AS.  (viva/ita)

Comment

News Feed