by

Tak Sampai 24 Jam Sah Menikah, Mempelai Wanita Dinyatakan Meninggal Dunia

-Internasional-3,051 views

ATJEHCYBER.com – Cinta sehidup-semati diperlihatkan oleh pasangan ini. Baru saja mengucap janji suci, tak sampai 24 jam mempelai perempuan meninggal dunia.

Kisah mengharukan harus dihadapi oleh pasangan suami istri asal Malaysia ini. Pasalnya, belum 24 jam mengucap ijab kabul mempelai pria harus rela melepaskan kepergian pengantin wanitanya untuk selamanya.

Kabar duka dialami oleh pasangan yang baru menikah asal Malaysia, Azzam dan Fatin Nursyahirah Yusuf.

Fatin dinyatakan meninggal dunia selang beberapa jam setelah remi menikah dengan Azzam.

Sang mempelai wanita meninggal dunia setelah beberapa tahun melawan penyakit kanker, tepat di hari pernikahannya.

Kisah cinta yang berakhir tragis ini terjadi pada bulan Agustus 2018 lalu.

Cerita mengharukan ini dibagikan oleh sang adik Fatin, Shukur Yusuf pada laman Facebooknya, pada Sabtu (4/8/2018).

Shukur Yusur mengikhlaskan istrinya pergi untuk selamanya (Facebook/Shukur Yusuf)
Shukur Yusur mengikhlaskan istrinya pergi untuk selamanya (Facebook/Shukur Yusuf)

Azzam dan Fatin resmi menikah pada Jumat (3/8/2018). Namun momen pernikahan yang bahagia cepat berlalu setelah kesehatan Fatin menurun drastis. Hingga pada Sabtu pagi, Fatin telah dinyatakan meninggal dunia.

Postingan tersebut bertuliskan ‘Catatan untuk Kakak’ pada awal keterangan foto. Pada postingan tersebut Shukur menuliskan perjalanan sang kakak, Fatin saat melawan kanker.

Sejak awal tahun 2017 Fatin telah didiagnosis kanker sarkoma stadium empat. “Tuhan lebih mencintai dia dan dia meninggalkan kamu pada waktu fajar pada hari Sabtu dengan Mama, Abah, Suaminya, Mak Besah dan sata sendiri di sisinya,” tulis Shukur pada keterangan panjangnya.

Saat dihubungi pihak media Star online, Shukur menceritakan kisah Fatin melawan kanker. Wanita berusia 24 tahun tersebut telah menjalani dua kali operasi dan radioterapi sejak tahun lalu.

Namun kondisinya semakin tidak dapat ditangani sejak kanker menyebar ke tubuh. “Dia tidak bisa dihibur. Dia hanya meminta untuk bisa melanjutkan pernikahan bersama kekasihnya,” ujar Shukur.

Azzam dan Fatin bertunangan pada bulan Juni tahun lalu. Shukur mengatakan jika kedua keluarga mereka stuju untuk melanjutkan pernikahan meskipun dengan kondisi Fatin saat itu.

“Kami sangat tersentuh oleh Azzam dan ketulusan keluarganya yang menerima orang yang sakit untuk menjadi bagian dari kehidupan mereka,”

“Setelah upacara solemnisasi, kamu merasa bersyukur dan lega bahwa mereka barsatu sebagai suami dan istri, bahkan jika itu hanya untuk sementara wantu,” lanjt Shukur sambil menunjukkan kecantikan kakaknya saat upacara penikahan.

Shukur menjelaskan jika keluarganya telah ikhas atas kepergian Fatin. “Dia adalah orang yang paling bahagia dan beruntung. Tapi dia akan akan menjaga kesakitannya sendiri karena dia tidak pernah ingin merepotkan siapa pun, itu kakak saya,” pungkas Shukur pada sesi wawancara.

Sedangkan pada postingan Facebook milik Shukur Yusuf juga disisipkan beberapa potret Fatin saat melangsungkan pernikahan.

Bahkan ada pula potret Fatin di berbaring lemas ditemani sang suami yang baru menikah dengannya.

Kisah cinta mengharukan pasangan ini pun langsung viral di media sosial bahkan hingga Minggu (7/4/2019) unggahan tersebut sudah dibagikan lebih dari 34 ribu kali.

CORETAN BUAT KAKAK

Kanser? Malas ambil pusing sebab tak kena batang hidung sendiri. Tahun 2017, di PPUM adikku yang kami panggil Kakak disahkan menghidap Kanser Sacorma (sejenis kanser tisu) pada tahap ke-3!

Sekeluarga tergamam. Mama terus menangis. Abah kelu tak terkata. Seakan tidak percaya akan diuji sehebat ini. Tetapi Kakak yang kami sayangi nampak cukup kuat. Kami sekeluarga terus positif yang mengatakan Kakak boleh sembuh. Hidup bertukar 360 darjah. Segala aktiviti dan perhatian kami dikhususkan untuk Kakak.

September 2017, selesai pembedahan membuang kanser tersebut. Doktor memberi jaminan yang pembedahan berjaya dan insyaAllah kanser tidak akan menyerang lagi sekurang-kurangnya untuk tempoh terdekat. Cuma follow up seperti biasa. Leganya perasaan kami sekeluarga. Difikirkan berakhir disitu, tetapi tidak.

Disember 2017, Kakak diuji lagi. Kanser datang kali ini dengan lebih agresif. Doktor juga tidak dapat mengenalpasti mengapa kanser ini begitu cepat membesar. Kami sekeluarga terus memberi semangat. Terus yakin. Terus berusaha. Terus bertawakal. Hanya kami dapat memberikan kekuatan psikologi yang amat diperlukan Kakak.

Februari 2018, Mama dan Abah terus setia menunggu diluar bilik bedah. Pembedahan kedua yang memakan masa lebih 15 jam selesai jam 2 pagi. Usai solat Subuh, Mama, Abah dan saya dah terjegat di Cardiacthoracic Intensive Care Unit (CICU) menunggu ulasan doktor mengenai pembedahan tadi. Doktor memaklumkan bahawa pembedahan tidak 100% berjaya. Sel kanser tak dapat dikeluarkan sepenuhnya disebabkan keadaan sudah terlalu rumit dan boleh mengakibatkan kehilangan nyawa. Selesai mendengar ulasan doktor, kami keluar. Masing-masing diam membisu namun akhirnya kami sama-sama menangis. Tak kuat kami menahan air mata. Ya Allah! Sungguh hebat ujianMu kali ini…

Bermula daripada saat itu, kami sekeluarga mula menjadi doktor sendiri. Habis segala macam artikel berkaitan kanser kami baca. Habis segala petua kami cuba. Segala ceruk pelusuk negara kami teroka. Dengan hasrat mencari penawar buat Kakak tercinta. Kakak seperti biasa senyum tanpa luahkan sakit yang terseksa.

Hujung April 2018, kami sekeluarga bersetuju dengan saranan doktor untuk Kakak menjalani sesi radioterapi. Maka berulang-aliklah kami setiap hari membawa Kakak ke PPUM. Selesai 30 sesi pada awal Jun 2018, hasil scan terbaru yang dijalankan, doktor memaklumkan yang tumor kanser sudah mengecut. Alhamdulillah. Leganya hati kami.

Namun, tiba-tiba doktor berkata lagi dalam nada yang cukup lembut.. “Tapi…., kanser tu dah merebak ke kawasan yang lain”. Saya dan kakak terbungkam! Pada ketika itulah pertama kali saya melihat Kakak menangis teresak-esak. Saya sendiri menangis sambil cuba memberikan kata-kata positif buat adikku ini. Tidak lagi peduli pandangan orang disekitar ruang menunggu PPUM. Hanya kami merasai peritnya dugaan ini. Allah….

17 Jun 2018, Kakak dipinang seorang anak muda yang cukup ikhlas menerima Kakak seadanya. Keluarga pihak lelaki juga banyak membantu dalam proses mencari penawar buat Kakak daripada awal hingga sekarang. Mama dan Abah sangat bersyukur disebabkan keluarga pihak lelaki yang begitu bersungguh menerima Kakak walaupun dalam keadaan Kanser sekarang sudahpun di tahap 4.

Julai 2018. Kakak lumpuh daripada paras pinggang ke bawah. Sekeluarga terkejut. Tidak kami sangka akan secepat ini. Kakak seperti biasa lebih banyak berdiam diri tentang sakitnya. Namun segala yang Kakak pinta, kami akan cuba usaha untuk jadikan kenyataan. Selang seminggu kemudian, kesihatan Kakak semakin merosot. Kakak mula sesak nafas. Kanser sudah menyerang paru-paru Kakak. Pihak hospital telah memberitahu tiada rawatan lagi untuk tahap ini. Yang ada hanyalah “Comfort Patient”. Fahamlah kami dengan maksud Doktor itu. Lantas Mama terus menangis. Abah cuba memendam rasa biarpun air mata sudah berlinang. Hanya Allah yang mengetahui perasaan kami…

Ogos 2018. Semangat baru buat Kakak. Azzam bersungguh untuk menerima Kakak sebagai isteri. Ikhlas hati Azzam hanya Allah yang tahu. Dalam keadaan Kakak seperti ini, tetap menerima Kakak seadanya. Keluarga Azzam juga begitu. Menyokong penuh hasrat Azzam. Telah menganggap Kakak seperti keluarga sendiri. Alhamdulillah. Allah hantarkan sebuah keluarga yang cukup bersih hatinya yang sedia menerima Kakak dan berusaha bersama-sama mencari penawar dan memberi semangat.

Pagi 3 Ogos 2018, Kakak dan Azzam selamat diijabkabulkan. Tiada majlis warna warni, tiada baju pengantin menambah seri. Tiada pelamin tanda raja sehari. Yang ada hanyalah pihak keluarga perempuan, pihak keluarga lelaki, tok kadi bersama saksi. Ketika akad sedang dilafaz, esakan tangisan keluarga menjadi muzik latar, menyaksikan penyatuan dua hati murni ini. Alhamdulillah. Allah permudahkan.

Semoga atas pernikahan ini, Allah kurniakan rahmat dan keberkatan serta kebahagiaan dunia akhirat buat Kakak dan Azzam.

Namun, saat gembira itu tidak lama. Petangnya selepas solat Jumaat, Kakak terus dimasukkan ke hospital. Pernafasan Kakak semakin merosot. Mama terus menjadi peneman setia. Disamping Abah yang terus berusaha serta keluarga yang terus mendoakan kesembuhan Kakak.

Namun Allah lebih sayangkan Kakak dan Saat itu tiba juga.

Kakak pergi meninggalkan kami pada waktu Subuh 4 Ogos 2018. Alhamdulillah ditemani Mama, Abah, Suaminya, Mak Besah serta Saya.

Disaat ini, keluarga redha dengan ketentuan. Buat Azzam dan keluarganya, terima kasih atas segala pengorbanan serta kasih sayang yang diberikan untuk Kakak, serta menunaikan impian Kakak biarpun cuma untuk seketika. Alhamdulillah, Kakak nampak berseri masa hari pernikahannya. Hanya Allah yang dapat membalasnya budi baik Azzam dan keluarganya.

Semoga Kakak ditempatkan dikalangan orang yang beriman. Aamiin.

Fatin Nursyahirah Binti Yusuf
1994-2018

Al-Fatihah

‎بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم
‎ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـلَمِين۞ ٱلرَّحْمَـنِ ٱلرَّحِيم۞مَـلِكِ يَوْمِ ٱلدِّين۞إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ۞ ٱهْدِنَا ٱلصِّرَطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ۞صِرَطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ۞ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ ٱلضَّاۤلِّينَ۞امين

(Tribunnews)

Comment

News Feed