by

BKKBN: Di Pedesaan, Remaja di Bawah 19 Tahun Sudah Punya Anak 4

-Lounge-18 views

Atjehcyber.com | Jakarta, Salah satu alasan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi adalah mencegah terjadinya pernikahan dini. Pasalnya, pernikahan dini bukan hanya meningkatkan risiko Angka Kematian Ibu (AKI), namun juga menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol, terutama di pedesaan.

Deputi Bidang Keluarga Berencana (KB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Julianto Witjaksono, mengatakan bahwa dari hasil survei didapatkan informasi bahwa remaja di bawah 19 tahun yang memiliki anak lebih banyak di pedesaan daripada di perkotaan.

“Bahkan di pedesaan ada remaja di bawah 19 tahun yang sudah mempunyai 4 anak. Memang sedikit, hanya 48 per 1.000 remaja yang mempunyai anak. Namun ini patut menjadi perhatian karena ternyata ada lho kasus seperti itu,” tutur Julianto kepada wartawan di Gedung Rumpun Ilmu Pengetahuan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Universitas Indonesia, Depok, dan ditulis Senin (11/8/2014).

Dijelaskan Julianto, masalah soal pendidikan kesehatan reproduksi di pedesaan memang lebih sulit dipecahkan daripada di daerah kota. Berbagai macam faktor menjadi penyebabnya, mulai kondisi ekonomi, kurang pendidikan hingga faktor adat istiadat dan budaya.

Faktor budaya menjadi masalah utama. Masih banyak orang-orang di pedesaan yang menganggap bahwa jika anak perempuan sudah mendapatkan menstruasi, maka anak sudah menjadi wanita seutuhnya dan harus segera dinikahkan.

“Kebudayaan memang faktor utama ya. Banyak yang masih menganggap kalau anak sudah mens berarti boleh dikawinkan. Padahal kondisi fisik anak belum sempurna. Anak umur 14-15 tahun dikawinkan kan risikonya nanti stunting atau sulit melahirkan,” tegasnya lagi.

Solusinya, pendidikan kesehatan reproduksi di pedesaan akhirnya diberikan kepada orang tua dan juga pemuka agama. Melalui orang tua, Julianto berharap agar budaya menikahkan anak ketika remaja dapat dihilangkan.

“Sementara pemuka agama lebih ke agamanya. Bahwa berhubungan seks sebelum menikah itu dosa, mengajarkan pentingnya keperawanan dan keperjakaan,” ungkapnya.(ajg/dtk)

Comment

News Feed