by

Banjir Surut, Warga Aceh Besar Krisis Air Bersih dan Listrik

-Nanggroe-15 views
Tim Rescue Basarnas mengevakuasi warga korban banjir dengan menggunakan perahu karet di Desa Gue Gajah, Ketapang, Aceh Besar, Aceh, Selasa (7/10/2014) malam | ANTARA
Tim Rescue Basarnas mengevakuasi warga korban banjir dengan menggunakan perahu karet di Desa Gue Gajah, Ketapang, Aceh Besar, Aceh, Selasa (7/10/2014) malam | ANTARA

Atjechcyber.com | Banda Aceh – Banjir besar yang melanda Desa Teungoh Geuntut, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (11/9/2014), menyusut. Namun, banjir menyisakan masalah bagi warga. Pasalnya, kini warga mengalami krisis listrik dan air bersih.

Warga beraktivitas tanpa listrik. Fasilitas jaringan seperti tiang beton dan kabel di kawasan setempat roboh serta putus diterjang banjir dan longsor.

Untuk menerangi rumah, korban banjir hanya bisa menggunakan lilin dan lampu teplok berbahan bakar minyak tanah. Ironisnya, minyak tanah sangat langka karena pemerintah telah mengalihkan bahan bakar tersebut ke gas elpiji.

“Kami seperti kembali ke zaman silam seratus tahun lalu” kata Andullah, seorang warga, kepada Media Indonesia, hari ini.

Warga pun tak bisa meneguk air bersih. Sebab, jaringan air bersih di Desa Teungoh Geuntut juga jancur akibat hantaman air bah akhir pekan lalu itu.

Fasilitas air bersih yang bersumber dari mata air di lereng pengunungan sekitar hancur berantakan. Sekitar 150 meter pipa jaringan air bersih di desa itu hancur.

Untuk menutupi kebutuhan air bersih, mereka harus mengangkut sejauh 2 kilometer dari permukiman. Ditambah lagi kerusakan sanitasi dan tempat buang air besar. Sehingga sebagian mereka buang hajat sembarangan.

Namun, warga masih bertahan. Mereka berharap pemerintah dan donatur bersedia membantu, di antaranya PT PLN diminta segera memperbaiki kembali jaringan listrik. Kemudian jaringan air bersih secepat mungkin berfungsi kembali.

Sumber : Theglobejournal.com

News Feed