by

Busana Islami Bakal Diqanunkan

-Nanggroe-44 views

busana-muslim

Atjehcyber.com – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Rabu (12/11), menggelar focus group discussion (FGD) membahas busana islami yang nantinya bakal ditetapkan melalui Qanun Aceh.

Diskusi terfokus tersebut dihadiri orang-orang terpilih dari kalangan cendikiawan muslim. Sementara narasumbernya adalah Prof Dr Alyasa’ Abubakar MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry yang juga mantan kepala DSI Aceh.

Prof Alyasa’ mengatakan, busana islami sebagai budaya harus benar-benar dilestarikan dalam masyarakat muslim, khususnya di Aceh. Dengan standar bakunya adalah budaya berbusana masyarakat Aceh tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam.

Sementara Kadis Syariat Islam Aceh melalui Kabid Hukum Dr Munawar A Djalil MA saat membuka acara menyebutkan, di Aceh pelaksanaan syariat Islam bidang akidah, ibadah, dan syiar Islam diatur dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002. Khusus Pasal 13 disebutkan bahwa setiap orang Islam wajib berbusana islami.

Namun, kata Munawar, realisasi dari pasal tersebut terhambat karena pada kenyataannya masyarakat lebih cenderung mengikuti arus budaya global dengan cara berbusana yang melanggar etika agama, sosial, dan budaya. Apalagi di dalam qanun tersebut tidak dijelaskan secara rinci tentang syarat dan model busana islami di Aceh.

Ia berpendapat, berbusana secara islami bentuk dari sebuah syiar Islam yang mesti wujud di Aceh. Terlebih karena merujuk Pasal 125 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh bahwa salah satu dimensi terpenting dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh secara kaffah adalah dimensi syiar Islam.

Dalam konteks ini, kata Munawar, Pemerintah Aceh bertanggung jawab membudayakan busana islami bagi masyarakatnya. “Itulah yang menjadi landasan pemikiran kenapa kemudian qanun busana islami menjadi sangat urgen untuk dibentuk di Aceh,” ujarnya.

Kabid Hukum DSI Aceh, Dr Munawar A Djalil MA mengatakan, Qanun Busana Islami itu nantinya akan menjadi pedoman bagi masyarakat Aceh dalam berbusana yang islami. “Berbagai keresahan dan kegalauan masyarakat Aceh terhadap busana yang selama ini terlihat tidak islami akan terjawab melalui qanun ini,” ujarnya.

FGD kemarin, kata Munawar, telah menghasilkan banyak masukan untuk memperkaya rancangan qanun. “Kalau sudah disusun dalam bentuk draf nantinya akan diajukan eksekutif (DSI Aceh) kepada DPR Aceh untuk dibahas,” kata Munawar.

Ia berharap, sebagaimana rekomendasi para peserta FGD, draf Rancangan Qanun Busana Islami itu kelak bisa diprolegakan DPRA pada 2015.

  • Sumber: Serambi Indonesia

Comment

News Feed