by

Eksekusi Cambuk Kecewakan Warga Langsa

-Nanggroe-43 views
Ilustrasi
Ilustrasi

Atjehcyber.com – Masyarakat Gampong Buket Rata, Kecamatan Langsa Timur, dan masyarakat Kota Langsa umumnya, kecewa dengan pelaksaan eksekusi hukum cambuk di Langsa yang dinilai pilih kasih. Pasalnya yang dicambuk selama ini hanya rakyat miskin dan lemah saja. Sementara perangkat gampong dan tokoh masyarakat yang telah terbukti melanggar qanun syariat Islam, ternyata dilepas tanpa memalui proses eksekusi cambuk.

“Kami kecewa dengan pelaksanaan hukum cambuk, mengapa ada perangkat Gampong Buket Rata, terbukti berjudi, tapi tidak dicambuk,” kata seorang warga Buket Rata, yang minta namanya tidak ditulis di surat kabar kepada Serambi, Minggu (21/12).

Sementara seorang perangkat gampong Buket Rata mengakui perangkat gampong dan warganya yang tertangkap berjudi beberapa waktu lalu kini telah bebas berkeliaran di gampong, dan mereka tidak dicambuk.

“Ya, mereka dah bebas tidak ditahan lagi, dan sekarang bebas dan ada di gampong,” kata sumber Serambi tersebut.

Danton WH kota Langsa, Tgk Irmansyah menyebutkan, pernah menangkap empat orang pelaku judi warga Buket Rata beserta mengaman Barang Buktinya (BB) beberapa waktu lalu di desa tersebut. Sesuai catatan yang ada, mereka yang ditangkap itu masing-masing, BS (34) perangkat Gampong Buket Buket Rata, MJ (39) Kadus Buket Rata, Tom (32) warga gampong Alue Pineung, dan Fu (32) warga Gampong Matang Seutui Kecamatan Langsa Timur.

Katanya, ke empat pelaku judi itu telah selesai diproses di Polres Langsa, tetapi belum dicambuk. Begitu juga dengan kasus judi, yang ditangkap Reskrim Polres Langsa bersama WH, di Lorong Keupula Gampong Teungoh, Kecamatan Kota berapa bulan lalu atau pada bulan Ramadhan.

Di sana empat pelaku judi beserta BB berhasil diamankan ke Polres setempat, yaitu Mus (46) pengurus Parpol, YD (58), AG (36), dan Hus (35), semuanya warga Gampong Teungoh. Ke empat pelaku judi yang merupakan tokoh masyarakat telah selesai diproses di Polres Langsa, namun mereka telah bebas dan belum dicambuk.

Sementara itu Ketua HMI Cabang Langsa, Fauzi dan Ketua BKPRMI Langsa, Tarmizi, kembali melontarkan kritikan terhadap proses cambuk di Langsa. Dua lembaga tersebut meminta kepada aparat terkait supaya perangkat Gampong Buket Rata dan kasus judi di Gampong Teungoh, dapat segera dicambuk, agar tidak timbul protes dari kalangan masyarakat.

“Perangkat gampong yang seharusnya menjadi contoh dan teladan dalam pelaksanaan syariat Islam. Mereka pula yang berjudi, dan tidak dicambuk. Masyarakat yang biasa yang sehari-hari hidupnya susah, itu yang cambuk. Hukum cambuk harus adil,” kata Fauzi Ketua HMI Cabang Langsa yang diiyakan Tarmizi, Ketua BKPRMI Kota Langsa kepada Serambi Minggu kemarin.

Dijelaskan, dua kasus perjudian yang melibatkan tokoh masyarakat dan pengurus parpol itu sudah terbukti melanggar qanun syariat Islam, serta telah diproses di penyidik Polres Langsa. Ternyata hingga kini belum dicambuk. “Itu tidak adil, dan jangan ada pilih kasih atau tebang pilih dalam penerapan hukum cambuk di Langsa ini,” pinta Fauzi lagi.

Fauzi dan Tarmizi berharap dua kasus dimaksud ditanggapi serius, agar tidak muncul ketidak percayaan masyarakat terhadap hukum. Siapapun dia, jika salah tetap harus dikenakan sangsi hukum yang berlaku.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, dikonfirmasi Serambi kemarin mengatakan, pihaknya selaku Pemerintah Kota Langsa siap menyediakan fasilitas dan anggaran untuk pelaksanaan eksekusi cambuk. Menurutnya setiap penggerebekan judi, atau kemaksiatan lainnya, senantiasa diserahkan pada pihak kepolisian untuk menyidiknya dan selanjutnya diajukan ke Kejari dan diteruskan ke Mahkamah Syar’iyah untuk disidangkan jika telah lengkap.

Sedangkan Pemko Langsa melalui Dinas Syariat Islam menyedia fasilitas dan anggaran, untuk pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk.

News Feed