by

Guru Pukul Murid Dituntut 3 Bulan Penjara

-Nanggroe-36 views
Ilustrasi
Ilustrasi

Atjehcyber.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Edwardo menuntut Az, oknum guru SD Negeri 2 Muara Satu Lhokseumawe yang menjadi terdakwa kasus pemukulan terhadap muridnya dengan hukuman tiga bulan penjara plus denda Rp 10 juta subsider sebulan penjara. Tuntutan itu dibacakan JPU dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Selasa (11/11).

Sidang yang dipimpin Zulfikar didampingi hakim anggota Said Amrizal dan Elfianti itu dimulai pukul 12.30 WIB. Sidang tersebut dihadiri orang tua korban yaitu Saiful Bahri dan keluara terdakwa. Setelah membuka sidang, Ketua Majelis Hakim langsung mempersilakan JPU membacakan materi tuntutan sesuai yang diagendakan pada sidang sebelumnya.

Sesuai arahan majelis hakim, JPU membacakan materi tuntutan sekitar 15 menit. Inti dari tuntutan itu, jaksa menilai Az sudah melanggar Undang-Undang Nomor Tahun 2002 tentang Kekerasan Terhadap Anak.  Karena itu, JPU menuntut Az dengan hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider sebulan penjara.

Usai jaksa membacakan maka majelis hakim langsung menundan sidang tersebut hingga Selasa (18/11) pekan depan dengan agenda putusan. Sedangkan terdakwa langsung kembali bersama keluarganya karena ia tidak ditahan. Sebab, terdakwa sampai kini masih berstatus sebagai tahanan kota.

Seperti diberitakan sebelumnya, M Akmal, murid kelas 4 SD Negeri 2 Muara Satu, Lhokseumawe, diduga ditendang Az, oknum guru olahraga setempat sebanyak dua kali di dalam ruang kelas pada Rabu (14/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Tak terima dengan perlakukan itu, orang tua korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi. Setelah memeriksa sejumlah saksi, sejak Kamis (26/6) Az ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Beberapa hari kemudian, penahanan Az ditangguhkan. Kasus itu sampai ke pengadilan karena upaya damai antara pihak korban dan tersangka tak tercapai kesepakatan.

Saiful Bahri, Orang Tua M Akmal yang dikonfirmasi Serambi, kemarin terkait tuntutan itu mengaku sangat kecewa dengan tuntutan JPU yang lamanya hanya tiga bulan penjara. “Menurut kami, tuntutan tersebut sangat ringan bila dibanding dengan apa yang dilakukan oleh oknum guru itu terhadap anak saya,” ungkapnya.

Apalagi, sambung Saiful, sampai saat ini anaknya masih trauma dan belum berani ke sekolah lagi karena ia mengaku masih sangat takut. “Atas kondisi ini, kami berharap nanti majelis hakim bisa dapat memutuskan perkara tersebut dengan hukuman yang seadil-adilnya,” harap Saiful.

  • Sumber: Serambi Indonesia

News Feed