by

Lahan Disita, Petani Leuser Surati Gubernur Aceh

-Nanggroe-22 views
Petani Aceh Tenggara saat demo di gedung DPRK setempat. Foto Ist
Petani Aceh Tenggara saat demo di gedung DPRK setempat. Foto Ist

Atjehcyber.com – Ketua  Persatuan Petani Kawasan Kaki Gunung Leuser (PPKK-GL) Aceh Tenggara, Jouhariman mengatakan,  pihaknya akan menyurati Gubernur Aceh Zaini Abdullah agar segera menyahuti keinginan petani yang lahan perkebunannya disita pemerintah karena alasan berada di Kawasan Ekosistem Leuser.

“Gubernur  harus dapat menjawab persoalan masyarakat di Aceh Tenggara, terutama masyarakat petani yang sudah turun temurun berkebun di kaki Leuser,” kata  Jouhariman  melalui rilis yang dikirim ke ATJEHPOST.co, Kamis kemarin 1 Januari 2015.

Disebutkannya, surat akan dikirim hari ini atau 2 Januari 2015, dan meminta kehadiran Gubernur Aceh ke Aceh Tenggara  guna menjelaskan persoalan tersebut kepada masyarakat. “Wilayah Aceh Tenggara adalah daerah yang berada di tengah-tengah kawasan Gunung Leuser yang secara melingkar diapit kawasan Leuser yang bersetatus hutan lindung,” kata Jouhariman.

Sementara itu, Juru Bicara PPKK-GL, Maha Putra, berharap pemerintah provinsi dan pusat serius menangani masalah penyitaan lahan petani.

“Aktifis lingkungan jangan menyamakan persoalan perkebunan di Aceh Tenggara sama dengan masalah yang terjadi di Langkat. Karena lahan  perkebunan masyarakat di kaki  Gunung Leuser sudah berlangsung sejak nenek moyang dulu,” ujarnya.

“Lahan tersebut oleh sebagian  masyarakat malah disebut warisan dari kakek nenek moyang,” ujar Maha Putra.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, petani di Aceh Tenggara  mengancam  apabila pemerintah Aceh dan pusat tidak dapat menyelesaikan persoalan lahan, serta keterbukaan bantuan hibah maka masyarakat secara beramai-ramai akan membuka lahan di kawasan ekosistem Leuser. Ini karena sejak 25 tahun silam, masyarakat yang berada di kawasan hutan tidak pernah mendapat manfaat  dan dampak secara ekonomi dari pemerintah. Masyarakat hidup dari hasil kebun.[]

News Feed