by

Mitan Oplosan Telan 7 Korban di Blangpidie

-Nanggroe-94 views
SAFRIAN (32), warga Desa Rumoh Panyang Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, dirawat di RSUD Teungku Peukan akibat mengalami luka terbakar setelah meledaknya lampu teplok menggunakan mitan yang diduga bercampur bensin (oplosan), Selasa (18/11). SERAMBI/ZAINUN YUSUF
SAFRIAN (32), warga Desa Rumoh Panyang Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, dirawat di RSUD Teungku Peukan akibat mengalami luka terbakar setelah meledaknya lampu teplok menggunakan mitan yang diduga bercampur bensin (oplosan), Selasa (18/11). SERAMBI/ZAINUN YUSUF

Atjehcyber.com – Korban terbakar akibat meledaknya lampu teplok menggunakan minyak tanah (mitan) yang diduga bercampur bensin (oplosan), terus berjatuhan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Dalam empat hari terakhir, tak kurang tujuh orang di lokasi berbeda menjadi korban akibat peristiwa serupa.

Enam dari tujuh korban itu kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD TP), kasawan Padang Meurantee, Blangpidie, Abdya.

Kendati jumlah korban terus bertambah, tapi polisi belum berhasil menangkap pelaku yang diduga dengan sengaja mengoplos mitan tersebut dan menjualnya ke pasar.

Dari hasil pantauan Serambi ke RSUD Teungku Peukan, Selasa (18/11) kemarin, terlihat enam warga sedang dirawat intensif karena luka bakar pada tubuhnya.

Pasien terbaru yang masuk ke RSU itu dengan keluhan luka bakar adalah Yusmalinar (52). Ibu rumah tangga dari Desa Ladang, Kecamatan Susoh ini dirawat sejak Senin (17/11). Kemudian Mahdalena (32), ibu rumah tangga dari Desa Alue Rambot, Kecamatan Jeumpa, dirawat sejak Minggu (16/11) siang.

Empat orang lainnya dirawat sejak Sabtu (15/11), masing-masing Safrian (32), warga Desa Rumah Panyang, Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, dan anaknya Farhan (2). Karena luka bakar yang dialami ayah dan anak ini sangat parah, mereka dirawat di kamar isolasi sejak Sabtu malam.

Dua orang lainnya yang dirawat di RSU itu adalah Salwiyah (51), warga Desa Tengah Rawa, Kecamatan Susoh, dan Zahariah (50), warga Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Abdya.

Dokter Ismail Muhammad SpB yang dihubungai Serambi kemarin menyebutkan, luas luka bakar yang dialami korban berkisar antara 22 sampai 52% dari total bidang tubuhnya.

Korban terparah, menurut Ismail, adalah Safrian (mencapai 52%), kemudian Mahdalena (37%).  Menurut Dokter Ismail, istri Safrian bernama Nurhayati (26), juga terbakar. Tapi karena luka bakarnya ringan, ia hanya menjalani rawat jalan.

Dokter Ismail memastikan bahwa pasien yang dirawat itu semuanya mengalami kejadian yang sama: terbakar akibat meledaknya lampu teplok saat dinyalakan tatkala listrik padam malam hari. “Kalau ditotal korban terbakar akibat insiden lampu teplok yang pernah kami rawat di sini mencapai 20 orang,” katanya.

Satu di antara pasien yang pernah dirawat itu bernama Ida Hanum (40). Dari RSUD TP, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan provinsi. Namun, dua bulan lalu, ibu rumah tangga dari Desa Persiapan Lhok Gayo, Kecamatan Babahrot, Abdya itu dikabarkan meninggal di sebuah rumah sakit di Medan, Sumatera Utara. Ternyata, dari RSUZA ia dirujuk ke Medan dan akhirnya menemui ajal di sana.

  • Sumber: Serambi Indonesia

News Feed