by

Pulang Dari Tanah Suci, Mualem Dipeusijeuk Doto Zaini

-Nanggroe-27 views

Ke depan, Aceh harus menyiapkan makanan seperti itu, harus kita upayakan ada catering khusus untuk jamaah Aceh,” kata Mualem.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mempesijuek Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bersama istri yang baru kembali dari Tanah Suci di Pendopo Wagub, Minggu (26/10).
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mempesijuek Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bersama istri yang baru kembali dari Tanah Suci di Pendopo Wagub, Minggu (26/10).

Atjehcyber.comGubernur Aceh dr H Zaini Abdullah beserta istri Hj Niazah A Hamid menepungtawari (peusijuek) Wagub Aceh H Muzakir Manaf dan istri Hj Marlina Usman yang baru kembali dari menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Prosesi peusijuek berlangsung di rumah dinas Wagub Aceh, kawasan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (26/10).

Prosesi pesijuek Mualem (panggilan Wagub Aceh) oleh Doto Zaini mengundang perhatian banyak kalangan apalagi selama ini banyak rumors yang berkembang hubungan keduanya tidak harmonis.

Selain Gubernur Zaini, Wali Nanggroe Aceh Malek Mahmud Al-Haytar dan Ketua MAA Aceh Badruzzaman Ismail juga ikut mem-peusijuek Mualem bersama istri. Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin beserta Hasbi Abdullah (mantan ketua DPRA) juga turut hadir. Di antara para elite juga terlihat unsur Tuha Peut Partai Aceh Zakaria Saman beserta sejumlah Kepala SKPA, termasuk Kepala Biro Humas Setda Aceh Dr Mahyuzar.

Dalam sambutannya, Wagub Aceh menyinggung beberapa kendala yang dihadapi jamaah haji Aceh di Arab Saudi, seperti ketersediaan makanan yang relatif minim. Wagub mengaku, untuk tahun depan, ia bertekat untuk membenahi dan menyempurnakan proses tersebut agar bisa seperti jamaah dari provinsi lain di Indonesia. Wagub mencontohkan, Jakarta punya jasa catering untuk 18 hari selama di Mekkah. “Ke depan, Aceh harus menyiapkan makanan seperti itu, harus kita upayakan ada catering khusus untuk jamaah Aceh,” kata Mualem.

Wagub juga mengatakan, Aceh perlu mengirimkan tim medis yang handal dan fokus dalam memberikan pelayanan kepada jamaah  Aceh. Menurutnya, hal ini penting karena kebanyakan jamaah Aceh sudah uzur dan rawan gangguan kesehatan.(rel/sb)

  • Sumber: Serambi Indonesia

 

News Feed