by

Raja Sabu Dipindah ke LP Banda Aceh

-Nanggroe-35 views

Kombes Sundari, “Kami menyesalkan proses ini, kami sudah meminta ke Dirjen Pemasyarakatan agar Faisal jangan dipindah karena selain sedang mengajukan PK, juga ada perkara lain melibatkan dia yang ditangani BNN,”

sabu-sabu

Atjehcyber.com – Masih ingat bos sabu asal Gampong Bada Barat, Kecamatan Jangka, Bireuen, bernama Faisal yang punya banyak aset di Aceh dan Jawa? Lelaki berusia 36 tahun yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) saat belanja pakaian bermerek di Plaza Indonesia, Jakarta, Maret 2013 itu sudah divonis 10 tahun penjara pada November 2013. Tapi minggu lalu ia dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta ke LP Banda Aceh.

Informasi tentang pemindahan lokasi pemidahan Faisal awalnya diperoleh Serambi dari detiknews.com yang mengutip pernyataan Direktur Pengawasan dan Harta Benda Sitaan dan Aset BNN, Kombes Sundari. Ia menyesalkan pemindahan ini karena Faisal juga terlibat kasus lainnya, di samping juga telah mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis kasus sabu itu.

Kepala LP Banda Aceh, M Sutan SH ketika dikonfirmasi Serambi tadi malam membenarkan bahwa Faisal sudah seminggu berada di LP yang dipimpinnya setelah dipindah dari LP Cipinang, Jakarta. “Sebelumnya saya rasa, ia atau keluarganya mengusulkan pemindahan ini ke Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI karena keluarganya berada di Aceh. Ini dikabulkan oleh pihak Dirjen, mungkin juga karena di LP Cipinang warga binaanya sudah padat,” jawab Sutan.

Menurut Sutan, karena tidak sedang melihat data di kantor, sehingga ia tak hafal status detail tentang napi kaya tersebut. Misalnya, kapan persisnya ia divonis dan hingga kapan hukuman Faisal berakhir. Tapi Sutan hanya ingat bahwa napi itu divonis sepuluh tahun kurungan badan. “Data lengkapnya silakan diambil ke kantor besok (hari ini -red),” tambahnya.

Seperti diberitakan detiknews.com dua hari lalu, BNN menyayangkan langkah pihak LP Cipinang meloloskan permintaan Faisal, terpidana pencucian uang narkotika untuk dipindah ke kampung halamannya di Aceh. Padahal sebelumnya, BNN telah mengajukan permohonan agar Faisal tak dipindah ke Aceh.

“Kami menyesalkan proses ini, kami sudah meminta ke Dirjen Pemasyarakatan agar Faisal jangan dipindah karena selain sedang mengajukan PK, juga ada perkara lain melibatkan dia yang ditangani BNN,” kata Kombes Sundari kepada detiknews.com, Minggu (21/9).

Dihubungi terpisah, Kepala LP Cipinang, Sutrisman membenarkan bahwa dia yang meindahkan Faisal. Namun, ia mengaku tak ingat persis kapan pemindahan itu dilakukan.

Permohonan pemindahan sendiri, katanya lebih lanjut, berasal dari pihak keluarga Faisal. Terkait pernyataan BNN yang telah mengirim nota agar napi itu tak dipindahkan ke Aceh, Sutrisman mengaku tak mengetahuinya.

Faisal merupakan gembong narkoba yang divonis sepuluh tahun penjara oleh PN Jakarta Pusat pada November 2013 lalu. Kerajaan bisnis Faisal dinilai hanya modus untuk mencuci uang hasil jualan narkoba. Selain dipidana penjara dan didenda, semua aset pria yang dulu bergaya hidup mewah ini juga dirampas, seperti beberapa mobil mewah miliknya. Begitu juga SPBU miliknya di Jalan Kampus Universitas Almuslim, Matang Glumpangdua, Bireuen, sudah ditutup sejak awal-awal dirinya ditangkap. Hanya rumahnya di Lhokseumawe yang tidak disita. (SerambiNews)

News Feed