by

Negatif HIV, Lima Artis Ibu Kota Akan Dites Ulang

Attjehcyber.com – Voluntary counseling test (VCT) terhadap lima artis Ibu Kota di Salatiga hasilnya non-reaktif. Artinya, di dalam tubuh mereka, sementara tidak ada HIV.

Guna memastikan positif tidaknya terkena HIV/AIDS, mereka akan kembali menjalani VCT. Namun, kali ini, mereka akan meminta konselor melakukan VCT di Jakarta.

“Karena hasilnya semua masih non-reaktif, semuanya saya minta tes lagi. Kayaknya saya yang diundang ke Jakarta,” kata Andreas Bambang Santoso (56) alias Babe, aktivis penanggulangan HIV/AIDS Semarang yang bertindak sebagai konselor kelima artis tersebut, Kamis (27/11/2014) malam.

Lebih jauh, Babe menjelaskan, di dalam penularan HIV/AIDS, seseorang yang pertama kali terinfeksi HIV akan mengalami tiga periode triwulan masa inkubasi (post HIV), yakni seseorang bisa saja non-reaktif pada saat VCT pada tiga bulan pertama dan tiga bulan kedua, tetapi pada VCT ketiga bisa reaktif dengan hasil negatif ataupun positif.

“Makanya, idealnya mereka tes sampai tiga kali periodik setiap tiga bulan,” lanjutnya.

Dua kali periode pertama, disebut Babe, sebagai periode jendela atau window period. Pada masa jendela itulah, katanya, tes HIV jenis elisa maupun western blot tidak mampu mendeteksi adanya virus HIV.

“Metode yang kita gunakan sementara saat ini dengan rapid test, waktunya singkat,” ujar Babe.

Menurut Babe, tes HIV yang menggunakan rapid testmembutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam hingga hasilnya diketahui. Di dahului oleh konseling, kemudian pengambilan sampel darah sebanyak 2,5 cc lewat pembuluh vena, menunggu selama 15 menit, dilanjutkan dengan konseling akhir untuk mengetahui status HIV.

“Saya menyarankan kepada pasien yang habis transfusi di RS agar mengikuti tahapan tes seperti itu, dimulai dari tiga bulan setelah transfusi sebab transfusi darah masih termasuk salah satu media penularan HIV,” ujarnya.

Diberitakan sebelumya, lima artis Ibu Kota dikabarkan menjalani VCT di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Dari lima artis tersebut, dua di antaranya berjenis kelamin perempuan. Mereka datang ke Salatiga dalam dua gelombang, yakni pada akhir Oktober dan pertengahan November lalu.

  • Sumber: Kompas.com

Comment

News Feed