by

Kenapa Samsung Berhenti Bayar “Upeti” ke Microsoft?

0930106microsoft-reuters780x390

Atjehcyber.com – Awal Oktober lalu, muncul berita bahwa Samsung menolak membayar sebagian “upeti” ke Microsoft terkait persoalan lisensi paten Android. Samsung dituding lalai membayar biaya lisensi paten yang kemudian dipermasalahkan oleh Microsoft ke pengadilan.

Ketika itu Samsung berargumen bahwa akuisisi Microsoft atas Nokia telah membuat perjanjian bisnis lisensi paten dengan Samsung menjadi tidak sah. Kini, raksasa Korea itu mengungkapkan informasi baru soal perkara hukumnya.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari ZDNet (3/11/2014), pada 2011, Samsung meneken perjanjian lisensi paten Android dengan Microsoft. Sebagai bagian dari perjanjian bisnis itu, Samsung diharuskan memproduksi ponsel berbasis Windows Phone dan berbagi rahasia bisnis dengan Microsoft.

Apabila Samsung berhasil menjual ponsel Windows Phone dalam jumlah tertentu, Microsoft akan mengurangi biaya lisensi paten Android yang diminta dari Samsung.

Akan tetapi hal tersebut agaknya urung terjadi karena pangsa pasar Windows Phone yang sudah kecil justru mengalami penurunan sejak 2013. Samsung yang tak lain merupakan pabrikan smartphone terbesar di dunia kini hanya memiliki satu lini produk ponsel Windows Phone, yakni Ativ S.

Samsung juga mengatakan bahwa posisi Microsoft sebagai pemilik baru Nokia telah menempatkan perusahaan itu dalam posisi bersaing langsung dengan Samsung selaku pabrikan perangkat. Samsung pun tak bersedia lagi membagi informasi rahasia dengan Microsoft karena bertentangan dengan hukum anti-trust di AS.

“Perjanjian yang kini dilakukan dua kompetitor itu bisa memunculkan tuduhan kolusi,” sebut Samsung dalam dokumen pengadilan 1 miliar dollar
Kenapa Samsung membayar Microsoft untuk lisensi software Android yang sebenarnya dimiliki oleh Google?

Ini karena Microsoft mengklaim bahwa Android memakai sejumlah teknologinya yang dipatenkan, misalnya kemampuan menampilkan banyak window sekaligus di dalam web browser. Jadilah Samsung dan para pabrikan perangkat Android lainnya diharuskanmembayar biaya lisensi ke Microsoft.

Samsung menandatangani perjanjian lisensi paten dengan Microsoft pada 2011 lalu, di mana Samsung berkomitmen membayar biaya royalti selama tujuh tahun fiskal untuk mendapat hak memakai teknologi Microsoft di perangkat smartphone dan tablet Android miliknya.

Permasalahan hukum pada Agustus lalu muncul karena Microsoft menilai Samsung telat membayar biaya royalti untuk tahun kedua dan karena itu harus membayar bunga.

Di sisi lain, Samsung mengklaim bahwa akuisisi Microsoft atas Nokia telah membuat perjanjian antar-kedua perusahaan menjadi tidak valid karena Samsung juga memiliki perjanjian lisensi paten dengan Nokia.

Jumlah biaya lisensi paten yang dibayar Samsung ke Microsoft terbilang besar. Sepanjang 2013 saja, pabrikan ini menyetor 1 miliar dollar AS ke Microsoft dari sekitar 300 juta perangkat Android yang dijualnya pada tahun itu.

  • Sumber: Kompas.com

Comment

News Feed